gangguan tidur pada remaja


Nama : Kania Putri Aisyah
NIM: C1AA18058

Gangguan Tidur Pada Remaja

Hasil gambar untuk gambar menghitung domba



Tidur
Tidur adalah proses istirahat bagi semua makhluk hidup dan bahkan ini sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia. Ketika kita tidur, daya tanggap pasti akan berkurang karena beberapa organ ada yang beristirahat. Faktanya, manusia hampir menghabiskan sepertiga hidupnya untuk tidur dan beristirahat. Tentu saja hal ini masuk akal mengingat setiap harinya kita butuh waktu tidur beberapa jam untuk kembali memulihkan stamina tubuh. Saat  tidur,  manusia  tampak istirahat  dan  tak  melakukan  apapun. Padahal, saat tidur tubuh tetap melakukan aktivitas tertentu  yang  bermanfaat bagi  tubuh,  seperti  memulihkan  tenaga, energi, dan pikiran. Manusia setidaknya membutuhkan 8 jam perhari untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya,yaitu dengan cara tidur. Namun,tidak semua orang dapat melengkapi waktu istirahatnya tersebut,banyak orang yang mengalami gangguan tidur,khususnya remaja. 

Gangguan tidur
Gangguan tidur merupakan suatu kumpulan kelainan yang bisa menyebabkan masalah pada pola tidur,baik karena tidak bisa tertidur,sering terbangun pada malam hari,atau ketidak mampuan untuk tertidur kembali setelah terbangun,yang dicirikan dengan gangguan dalam jumlah,kualitas,atau waktu tidur pada seorang individu.
Gangguan pola tidur secara umum merupakan suatu keadaan di mana individu mengalami atau mempunyai risiko perubahan dalam jumlah dan kualitas pola istirahat yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan.
Gangguan tidur dapat dibedakan menjadi 2 yaitu gangguan tidur ringan dan gangguan tidur berat. Gangguan tidur ringan apabila seseorang mengeluh sulit tidur berlangsung beberapa hari sampai dengan satu minggu, Gangguan tidur ringan dapat disebabkan oleh stress, jetlag, gangguan lain, seperti perubahan dalam lingkungan tidur.
Gangguan Tidur Berat yakni apabila kesulitan tidur terjadi lebih dari 4 minggu dan dapat disebabkan oleh adanya perubahan pada struktur kimia otak dan hormone otak, dan terdapat gangguan psikiatrik (cemas/depresi).

Gangguan tidur pada remaja
Gangguan tidur pada remaja dipengaruhi berbagai faktor, baik medis maupun non-medis. Faktor-faktor non-medis yang mempengaruhi tidur antara lain jenis kelamin, pubertas,keadaan keluarga, gaya hidup, dan lingkungan yang berhubungan dengan gangguan tidur. Sedangkan faktor medis yang mempengaruhi tidur antara lain berbagai gangguan neuropsikiatri dan penyakit kronis, seperti asma dan dermatitis atopi.
Berdasarkan pola jam sekolah di Indonesia, gaya hidup, dan pola aktivitas remaja di luar jam sekolah, diperkirakan gangguan tidur merupakan masalah yang banyak dialami oleh remaja di Indonesia.
Gangguan tidur pada remaja umumnya berhubungan dengan

  • ·         Media elektronik

Sebagian individu bahkan sebagian besar usia remaja adalah sejak adanya berbagai media elektronik seperti TV, HP, Laptop/Komputer, disamping itu munculnya berbagai media-media sosial lainnya yang dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang maka sebagian besar remaja cenderung untuk tidur di waktu yang sudah larut malam karena kecenderungan mereka untuk mengkonsumsi berbagai media elektronik tersebut. Mereka tidak memanfaatkan waktu mereka dengan sebaik-baiknya untuk beristirahat, karena sebagian besar dari mereka tidur sekitar pukul 24.00 dan pada besok hari mereka harus bangun lebih pagi sekitar pukul 05.30.

  • ·         Durasi tidur di hari libur

Durasi tidur dapat cukup, namun dapat terjadi gangguan dalam kualitas tidur atau perubahan jadwal tidur pada hari libur, yaitu tidur lebih larut dan bangun lebih siang dibandingkan hari sekolah. Durasi tidur remaja di hari libur pun cenderung memanjang sampai berlebih.

  • ·         Kebiasaan tidur

Para remaja biasanya tidak optimal dalam menjalankan waktu tidurnya,remaja biasanya melewatkan waktu kantuknya contohnya karena asyik memainkan gadget.
·         Gangguan kesadaran saat tidur
Gangguan kebiasaan saat tidur adalah suatu aktifitas yang dikerjakan seseorang namun dengan tidak sadar karena tertidur. Biasanya yang banyak dialami adalah berjalan saat tidur. Adapun sindrom jalan nafas atas disfungsi saat tidur ditandai dengan mendengkur dan / atau peningkatan upaya pernapasan sekunder meningkat resistensi jalan nafas atas dan kolapsibilitas faring

  • ·         Rokok

Cohrs (2010)menemukan bahwa bahwa 17% perokok dilaporkan hanya tidur kurang dari
enam jam setiap malam dan sekitar 28% perokok mengalami buruknya kualitas tidur.
Rokok meningkatkan tekanan darah,mempercepat denyut jantung dan meningkatkan aktifitas otak, pada pecandu akut yang baru mulai kecanduan rokok, selain lebih sulit tidur, seseorang juga dapat terbangun oleh keinginan kuat untuk merokok setelah tidur kira-kira dua jam. Setelah merokok, seseorang akan sulit untuk tidur kembali karena efek stimulan dari nikotin.

  • ·         Insomnia

Insomnia merupakan gangguan untuk memperoleh keadaan tidur yang maksimal, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Talbot tahun 2011 mendefinisikan insomnia sebagai gangguan tidur berupa kesulitan untuk memulai tidur, kesulitan untuk mempertahankan tidur atau bangun
tidur pagi dengan perasaan tidak puas tidur. Akibat dari insomnia dapat berupa penurunan kualitas hidup.

  • ·         Kekurangan tidur

Kekurangan tidur seseorang dapat memberikan efek negatif pada kesehatan fisik dan mental. Sleep loss juga dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak, khususnya pada masa remaja. Tak ada kesangsian bahwa anak-anak khususnya anak sekolah menengah atas merupakan bagian dari populasi yang paling kekurangan tidur. Begitupun dengan anak-anak remaja yang mencapai masa transisi puber, biasanya mereka menunda tidur yang sudah terjadwal. Mereka cenderung memiliki waktu-waktu sibuk pada hari-hari berikutnya dan belum pergi tidur sampai tengah malam. Padahal waktu sekolah tidak berubah dan mereka mesti bangun pada jam 5.00 dan jam 6 sudah harus berangkat sekolah. Hal-hal yang seperti inilah yang dilakukan para remaja sehingga sebagian besar para remaja mengalami kesulitan jatuh tertidur sampai hari sudah larut dan terbangun di pagi buta.

Beberapa dampak yang diakibatkan oleh gangguan tidur adalah:

  • ·         Kelelahan

  • ·         Merasa lemas dan mengantuk

  • ·         Sulit untuk konsentrasi di siang hari

  • ·         Gangguan tidur yang berkepanjangan

  • ·         Menurunkan system imun tubuh

  • ·         Aktivivtas sehari-hari terganggu


Upaya untuk mengatasi gangguan tidur dapat dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi. Secara farmakologi dapat diberikan dengan pemberian obat,sedangkan secara non farmakologi dapat dilakukan dengan modifikasi perilaku dan lingkungan,kondisi lingkungan yang gelap,tenang,dan nyaman merupakan kondisi yang ideal untuk tidur. Bentuk modifikasi perilaku juga dapat dilakukan dengan memberikan sugesti melalui hipnoterapi.



DAFTAR PUSTAKA

Kaditis, G, Athanosios., Larramona, Helena., Trang, Ha., dkk.(2015).Obstructive sleep disordered breathingin 2- to 18-year-old children: diagnosis and management. Eur Respir J 2016; 47: 69–94 | DOI: 10.1183/13993003.00385-2015
Haryono, Adelina., Rindiarti, Almitra., Arianti, Alia., Pratiwi,Anandika., Ushuluddin, Achmad., Setiawati, Amalia., Reza, Aditia., Wawolumaja, Corrie,w., Sekartini, Rini. Prevalensi Gangguan Tidur pada Remaja Usia 12-15 Tahun di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama.
Vaora, Muthia., Sabrian, Febriana., Dewi, Yulia, Irvani.(2014). Hubungan Kebiasaan  Merokok  Remaja Dengan Gangguan Pola Tidur. Jurnal Keperawatan Jiwa . Volume 2, No. 1, Mei 2014; 58-66
Lumantow, Indriani., Rompas, Sefti., Onibala, Franly.(2016).Hubungan Kualitas Tidur Dengan Tekanan Darah Pada Remaja Di Desa Tombasian Atas Kecamatan Kawangkoan Barat. e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 4 Nomor 1, Mei 2016
Hidayat, Syaifurrahman., Mumpuningtias, Elyk, Dwi.(2018).Terapi Kombinasi Sugesti Dan Dzikir Dalam Peningkatan Kualitas Tidur Pasien. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol .6, No.3,2018,hal 219-230
Garssen, Johan., Vversterl, C, Joris., dkk.(2016). Sleep, eating disorder symptoms,
and daytime functioning. Nature and Science of Sleep 2016:8
Mahdalena., Muhlis., Fasil, M.(2015). Efektifitas Teknik Relaksasi Progresif Terhadap Berkurangnya Keluhan Gangguan Tidur Pada Remaja Di Panti Al-Mudakkir Dan Di Panti
Al- Amin Banjarmasin. 24 Jurnal Kesehatan, Volume VI, Nomor 1, April 2015, hlm 23-27

Komentar

  1. Sangat bermanfaat , karena banyak orang sebagian besar remaja yg tidur nya itu tidak teratur karena beberapa faktor salah satunya mengerjakan tugas dengan deadline yg cepat sistem kebut semalam sehingga waktu tidur dan istirahat pun terganggu. Dengan adanya ini , kita bisa mengetahui lebih banyak lagi.

    BalasHapus
  2. bermanfaat sekali mbak alhdulillah sukses terus

    BalasHapus
  3. Bagus sekali semoga anak saya pintar dalam bidang lompat tinggi

    BalasHapus
  4. Warna cat tembok yang tepat memberikan kenyamanan & meningkatkan kualitas tidur seseorang

    BalasHapus
  5. Terima kasih informasinya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  6. Sangat bermanfaat, terimakasi

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengendalian Penyakit Kusta